Tuesday, January 29, 2008

Gyaaa... udah posting lagi. Padahal biasanya berbulan2 baru nyadar musti nulis sesuatu. Postingan di sini pendek2 aja, kali ya. Biar aku bacane gak bosen.
Ho, ho. sebelumnya aku juga mw kaci attention. Blog ini tu dari, oleh, dan untuk diriku sendiri, sebenernya. Aku, bercerita untuk diriku sendiri! Bolehlah dikata blog ini adl Media pelampiasan kenarsisan diriQ. He..he... biarpun aku lebih suka kalo disebut (biar kedengaran lebih keren) media pengembangan diri. Kalo mo baca nggih monggo, selama Anda tahan mendapati banyaknya artikel yang 'full of myself'. Kalo perlu sediakan kantong plastik di sebelah Anda.
Aku cuma mau memantau seperti apa diriku ini. Mustinya bukan aku tulis di blog ya? di diary?
Ck, kalo di diary gak ada yang akan kasih komen dan masukan. Mungkin aja di luar sana ada orang yang juga punya masalah kayak aku (berkepribadian ganda (?), gejala alzheimer (?), teanda-tanda disleksia (?), individualis dan egois sejati (?)) yang udah punya solusinya. Hua, alesan banget ya. Dasar narsis!

Eh, semalem aku nonton DeathNote movie-nya loh. Sayang, bajakan, gambar kurang muluss. Terjemahannya jelek pula (kalo gini jadi pengen belajar Nihongo). But, lumayan lah. Aku pengen kritik ni pilem abis-abisan, tapi kayaknya bukan pada tempatnya di blog ini. Yg jelas, aku lebih suka manga-nya.
Mangaka-nya keren,loh. Dy bisa nunjukkin karakter Raito dg jelas. Mulai dari kejeniusannya, sampai keangkuhan dia. I don't think that this kind of person exists in the world. Jenius yg angkuh dan belum matang pemikirannya, yg memikirkan ide gila menciptakan 'perfect world' dan bercita-cita menjadi 'ruler of the world'. Cerita ini nunjukkin dengan jelas tahap-tahap metamorfosis seorang menjadi evil. Padahal awalnya niatnya mulia. But he starts dreaming about being a God! Yang bikin aq lebih tertarik, si gimana mangakanya membuat Raito ama L keliatan jenius bgt. Aku suka pas Raito dimonitor pake hidden kamera, skenario dy buat mbunuh FBI juga sbenere keren. Yg paling bikin aku shock adl rencana Raito waktu ngubur deathnote, plus cara dy mendesak Shinigami-ny Misa Misa buat mbunuh L.
L juga keren si. Cara dia mempersempit ruang penyelidikan ke wilayah Kanto yg paling oke. Lainnya gak terlalu menarik cz L selalu gagal ngebuktiin kalo Raito itu KIRA. Malahan L berhasil dibunuh. How disappointing.
Tapi, I got some lessons from this story. Utk menghadapi lawan, harus tau kelemahan lawan. Harus ngukur juga kemampuan n kelemahan sndiri. Intinya, analisis SWOT. Cari kesempatan, atau ciptakan kesempatan utk bertindak. Informasi itu penting. Sesuatu yg kita tau tapi musuh gak tau, adl senjata sekaligus pelindung. Yg kayak gini, gak pernah aku alami n mungkin gak pernah aku pakai di kehidupanku. I never really have enemy, say it 'I don't wanna have one'. Tapi mungkin akan berguna juga suatu saat.

Hah, udah lah. udah puanjang. Yg jelas, kalo aku punya destructive power, I'll choose to demolish it. But If possible, I'd rather turn it into good power.

0 comments: