Aku bilang aku mau ikut DP buat nge-up grade diri aku, kan? Hell yeah, belum kerasa. Btw, 'hell yeah' tuw kasar gak ya? Na, na, na, whatever, yang jelas setelah sedetik aku pikirkan, menurutku itu kata-kata gak berguna ya, cuma untuk rutukan semata. Well, gak akan aku pake lagi. Ni si, abis baca buku macem-macem, abis nonton pilem macem-macem. jadinya smua kata-kata yang gak perlu mbanjir di sel abu-abu di dalem sini (nunjuk kepala). That's why gak bole banyak-banyak hal-hal gak penting itu, ya. Biarpun ada manfaat, tapi banyak juga mudhorotnya. Malahan, kalo gak bisa kritis, bisa jadi cuma sia-sia dan buang-buang waktu. Sooo riskful!
DP, Diklat Pemantapan. Itu tepatnya yang baru aku ikutin. Sekarang aku senior, loh. Senior! S.22, Senior Serpentes yang ke-22! Minggu depan aja udah ada job yang menanti. Gileee... aku? Agak gak percaya yoh. Still, biarpun udah bertajuk senior, aku ngrasa belum pantas memakai titel itu. Ilmu belum cukup, masih banyak yang belum tau. But, yes, itu tantangan, kan? Tunggu deh, bentar lagi. Aku coba kebut.... Selama ini aku gak pernah berusaha terlalu keras, si. Bener-bener belum pernah dituntut untuk nglakuin sesuatu sampai batas kekuatan. DP kemaren emang berat, tiap hari tracking bawa cariel. Toh, tetep aja I can afford it.
Nah, habis DP, aku mow coba naroh sebanyak-banyaknya beban buat aku sendiri. Gila, emang. Nggak aku banget, surely. But ya... aku gak akan berkembang klo tetep di zona nyaman, toh???
Nah, seenggaknya aku pengen sedikit berjuang lah. Minimal kayakLintang, yang demi sekolah (Sekolah Dasar, loh, SD!) rela menempuh delapan puluh kilo sehari, dan bukan pake heli, tapi SEPEDA ONTHEL... saya ulangi, s-e-p-e-d-a, SETIAP HARI. Dan, dia gak pernah sekalipun bolos. Padahal, sampe rumah langsung kerja sambilan buat bantu ortu. Dan, nilainya gak pernah jauh-jauh dari PERFECT MARK. Can I?
Kata seseorang, Tuhan tidak pernah buat batasan atas kemampuan manusia, tetap manusia itu sendiri-lah yang membatasi kemampuannya. Nah, sedikit banyak aku setuju, tapi dengan mencoba untuk gak naif juga, gak terbantahkan lah kalo kemampuan manusia pasti ada batasnya. Cuma sebenarnya kan kita gak pernah tau sampai di mana batasnya. So why bother, kenapa gak kita cari tahu? gimana??? It's a challenge, daiyo?! Banyak kan di dunia ini orang-orang Incredible yang melakukan hal-hal hebat, di luar yang pernah dibayangkan sebelumnya.
One that really amazing is Hellen Keller. Buta, tuli, bisu. But, lulus cum laude!
Pernah liat olimpiade orang cacat? Lo musti liat videonya. That inspires so much!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

4 comments:
Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Teclado e Mouse, I hope you enjoy. The address is http://mouse-e-teclado.blogspot.com. A hug.
SPAM, aren't ya?
SPAM kok ditanya "ken napa" :D
hem,,, kadang kalo baca tulisanmu iku aku jadi mikir. Kamu tuh orang yag terlalu semangat ato ambisius to?
hayo... tanya ken napa?
ambisius?
nggak si malah sebaliknya
aq tu tipe yang kalo gak perlu perlu banget, gak akan gerak
cita-cita, ambisi, mimpi, si banyak, betumpuk-tumpuk
tapi gak pernah ada realisasinya.
boleh lah dibilang ambisius, but the looser one.
that's why
Post a Comment