Gue ditolak lagi jadi asisten praktikum, maaan! The third time I applied, the third time I'm rejected. Masya Alloh, sedih juga. Gak bakal mati, sih. But honestly it's bad. Zannen... Munen....
Yak, yak. Seperti aku bilang sebelumnya, it's not a blog of a looser. I was a looser, maybe. But now I'm not. At least, I'm trying to get out of that. Just like Naruto, isn't it? Dia berusaha sekeras mungkin biar orang memperhatikan siapa dia sebenarnya, gimana kekuatan dia sebenarnya. Mungkin selama ini aku belum bisa mengaktualisasikan diri aku ke orang lain. So, mereka cuma mandang aku orang yang gak bisa apa-apa n gak bisa diandelin. I am underestimated, yeah.
Selama ini emang kaya' ada dinding yang mengurung aku. Jadi aku males mo gerak, terutama untuk menginisiasi sesuatu. I must work on that, soon. Step out of that wall. Nggak, bukane mo show off di depan orang-orang. It's just bad not to be able to do the best.
Or just like Sano Izumi, I don't wanna run away anymore from problems. Better face 'em all, finish 'em and bring a success. Kalopun ternyata kita emang gak bisa mengatasi masalah itu, setidaknya aku udah berusaha the best thing.
Setiap kali aku jatuh...
Tetep harus bangkit lagi, untuk berlari, kan?
Bukannya dengan itu dulu kita belajar berjalan?
Aku suka konsep self actualization di Prince of Tennis. He....he...
To put yourself in the limit of your ability, to overcome problem that seems impossible, but then you'll reach the higher level of yours. Fuji, Eiji, semuanya deh, mereka gak menyerah meskipun sampai pada batas kemampuan.
Ditolak mungkin menyakitkan. But, still... masih ada hikmah dan ilmu yang selalu bisa kita petik kalo kita termasuk orang-orang yang membaca dan berpikir. Ya, tak?
Thursday, February 21, 2008
Tuesday, February 12, 2008
postingan kedua hari ini
dua posting dalam sehari. Rekor brurrr...
mumpung lagi dapet laptop hasil minjem, sama wifi gratisan di kampus. plus, belakanga ini lagi banyak dilema dalam hidupq. mulai dilema pulang-tidak, dilema ambil-tidak (bingung ambil mata kuliah, pengennya semua diambil), sampai dilema ikut-tidak.
belom lagi masalah macem-macem, ckckckckc
tenaaang, gak akan q ceritain di sini. aku bilang, kan, ni blog bukan buat tulisan yg isinya desperate mulu. blog ini buat mengekstrak nilai-nilai yg perlu aku pelajarin dari dunia fiksi n somethings-nya itu (sekaligus ngingeti diri sndiri lah)
in this blog, problem must then become solved
yuhuuuu, itu aja
utk memeh yg baik hati membaca blogq, san kyu, jazakillah khoiron katsir
mumpung lagi dapet laptop hasil minjem, sama wifi gratisan di kampus. plus, belakanga ini lagi banyak dilema dalam hidupq. mulai dilema pulang-tidak, dilema ambil-tidak (bingung ambil mata kuliah, pengennya semua diambil), sampai dilema ikut-tidak.
belom lagi masalah macem-macem, ckckckckc
tenaaang, gak akan q ceritain di sini. aku bilang, kan, ni blog bukan buat tulisan yg isinya desperate mulu. blog ini buat mengekstrak nilai-nilai yg perlu aku pelajarin dari dunia fiksi n somethings-nya itu (sekaligus ngingeti diri sndiri lah)
in this blog, problem must then become solved
yuhuuuu, itu aja
utk memeh yg baik hati membaca blogq, san kyu, jazakillah khoiron katsir
Monday, February 11, 2008
to be stronger
Q gak pernah nyangka, loh. bakal kena demam manga lagi. Seperti biasanya, semua berawal dari coba-coba dan keinginan untuk memuaskan rasa penasaran. Ih, kenapa si orang-orang pada suka Naruto? pa yg bikin manga yg satu ini menarik c?
Heheh, nyatanya, begitu baca chapter2 awal, langsung deh ketagihan...
Ya gimana, ya... karakternya unik gituh. Someone who really want to become reognizable. Aku gak kepikran si, kalo ada orang yg segitu pengennya diperhatikan ama orang lain. Yay, aku emang cenderung individual, hampir hampir gak peduli sama dunia di sekitar aku. Lebih suka kerja di balik layar, dsb dsb ... But that's possible juga, ya. Mungkin perhatian orang juga penting. Mungkin sebenernya aku kadang ngrasa juga, cuman gak nyadar.
N aku tertarik banget ama ambisi Naruto (n everyone in Leaf) to become Hokage. Hokage emang posisi teringgi di desa itu. I can understand. For certain people perhaps to be trusted and respected as the first person is really something worthy, though I can't find the joy of that. I thought that the first man should be one with the hardest part to do, one with the greatest responsibility. As if the stronger the power, the bigger the responsibility upon it.
Kishimoto jelas-jelas nempatin hokage itu sbg seseorang yg dengan kekuatannya yg besar, punya tanggung jawab besar juga atas keselamatan desanya. Surely, Hokage harus mau berkorban utk desanya. Hokage pertama, mati waktu nglawan Uchiha Madara. Hokage ketiga mati waktu lawan Orochimaru. Hokage Keempat ngorbanin diri utk nyegel Kuubi di tubuh Naruto. It's not an easy job, ruling the village.
But why? kenapa si orang repot2, susah2, utk ngedapetin sesuatu yg justru malah bakal nempatin dirinya di posisi yg gak enak?
soalnya q gi punya masalah itu. Q pengen jadi DS (Dewan Senior) di organisasiQ. Jadi DS gak gampang, musti tes ini-itu, belajar ini-itu, kadang musti ngeforsir diri sndiri, gak enak lah pokoknya. Padahal, entarnya kalo udah jadi Ds, kerjaan malah lebih banyak dibandingin AM (Anggota Muda). DS tu berTJ ama kelangsungan hdp organisasi, punya pengaruh besar n nentuin kemana organisasi akan bergerak. It's really a though job, with greater resp. But why?
Pride? Kalo alasan itu, gak aku banget. Kebanggaan memang ada, tapi bangga atas apa?
Puas? puas atas apa?
Kalo hanya itu alesane si gak cukup utk motivasi aku jd DS. Puas, mungkin iya. Setelah kerja keras, kalo dapet apa yg diusahakan jelas seneng banget lah. Mmmm, bangga, mungkin juga, sedikit......, karna gak gampang jadi DS.
Kalo Naruto, dy pengen banget jadi kuat dg motivasi ingin melindungi someone precious for him. Kayaknya lbih jauh lagi dy pengen nglindungin Konoha, makanya dy pengen jadi Hokage. yah, buat aku, alesan ini bisa diterima, si. To be stronger for other people, bukan utk dirinya sendiri.
Salut sama org kyk gitu, orgyang membuat dirinya bermanfaat utk lingkungannya. I wanna be a person like that.
That's why, it has been decided, my reason to become DS. Aku pengen lebih berguna. Dg jadi DS, aku jd lebih terpacu utk mengkaji herpetologi (selama jd AM q cenderung ignorant, padahal niat jahatQ pengen jd AM dengan pengetahuan melebihi DS. heheh, niat jahat yg tdk terlaksana gak dicatat dosa kn? kqkqkqkq ^_^)
I wanna be stronger in science thus I can use that knowledge for others...
gimana? motivasi yg mulia, bukan?
Let's see if this reason would drive me to be DS
Heheh, nyatanya, begitu baca chapter2 awal, langsung deh ketagihan...
Ya gimana, ya... karakternya unik gituh. Someone who really want to become reognizable. Aku gak kepikran si, kalo ada orang yg segitu pengennya diperhatikan ama orang lain. Yay, aku emang cenderung individual, hampir hampir gak peduli sama dunia di sekitar aku. Lebih suka kerja di balik layar, dsb dsb ... But that's possible juga, ya. Mungkin perhatian orang juga penting. Mungkin sebenernya aku kadang ngrasa juga, cuman gak nyadar.
N aku tertarik banget ama ambisi Naruto (n everyone in Leaf) to become Hokage. Hokage emang posisi teringgi di desa itu. I can understand. For certain people perhaps to be trusted and respected as the first person is really something worthy, though I can't find the joy of that. I thought that the first man should be one with the hardest part to do, one with the greatest responsibility. As if the stronger the power, the bigger the responsibility upon it.
Kishimoto jelas-jelas nempatin hokage itu sbg seseorang yg dengan kekuatannya yg besar, punya tanggung jawab besar juga atas keselamatan desanya. Surely, Hokage harus mau berkorban utk desanya. Hokage pertama, mati waktu nglawan Uchiha Madara. Hokage ketiga mati waktu lawan Orochimaru. Hokage Keempat ngorbanin diri utk nyegel Kuubi di tubuh Naruto. It's not an easy job, ruling the village.
But why? kenapa si orang repot2, susah2, utk ngedapetin sesuatu yg justru malah bakal nempatin dirinya di posisi yg gak enak?
soalnya q gi punya masalah itu. Q pengen jadi DS (Dewan Senior) di organisasiQ. Jadi DS gak gampang, musti tes ini-itu, belajar ini-itu, kadang musti ngeforsir diri sndiri, gak enak lah pokoknya. Padahal, entarnya kalo udah jadi Ds, kerjaan malah lebih banyak dibandingin AM (Anggota Muda). DS tu berTJ ama kelangsungan hdp organisasi, punya pengaruh besar n nentuin kemana organisasi akan bergerak. It's really a though job, with greater resp. But why?
Pride? Kalo alasan itu, gak aku banget. Kebanggaan memang ada, tapi bangga atas apa?
Puas? puas atas apa?
Kalo hanya itu alesane si gak cukup utk motivasi aku jd DS. Puas, mungkin iya. Setelah kerja keras, kalo dapet apa yg diusahakan jelas seneng banget lah. Mmmm, bangga, mungkin juga, sedikit......, karna gak gampang jadi DS.
Kalo Naruto, dy pengen banget jadi kuat dg motivasi ingin melindungi someone precious for him. Kayaknya lbih jauh lagi dy pengen nglindungin Konoha, makanya dy pengen jadi Hokage. yah, buat aku, alesan ini bisa diterima, si. To be stronger for other people, bukan utk dirinya sendiri.
Salut sama org kyk gitu, orgyang membuat dirinya bermanfaat utk lingkungannya. I wanna be a person like that.
That's why, it has been decided, my reason to become DS. Aku pengen lebih berguna. Dg jadi DS, aku jd lebih terpacu utk mengkaji herpetologi (selama jd AM q cenderung ignorant, padahal niat jahatQ pengen jd AM dengan pengetahuan melebihi DS. heheh, niat jahat yg tdk terlaksana gak dicatat dosa kn? kqkqkqkq ^_^)
I wanna be stronger in science thus I can use that knowledge for others...
gimana? motivasi yg mulia, bukan?
Let's see if this reason would drive me to be DS
Subscribe to:
Posts (Atom)
